Senin, 05 Maret 2018

Green Chemistry


Kimia Hijau

Green chemistry atau “kimia hijau” merupakan bidang kimia yang berfokus pada pencegahan polusi. Pada awal 1990-an, green chemistry mulai dikenal secara global setelah Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan Pollution Prevention Act yang merupakan kebijakan nasional untuk mencegah atau mengurangi polusi. Green chemistry merupakan pendekatan untuk mengatasi masalah lingkungan baik itu dari segi bahan kimia yang dihasilkan, proses ataupun tahapan reaksi yang digunakan. Konsep ini menegaskan tentang suatu metode yang didasarkan pada pengurangan penggunaan dan pembuatan bahan kimia berbahaya baik itu dari sisi perancangan maupun proses. Bahaya bahan kimia yang dimaksudkan dalam konsep green chemistry ini meliputi berbagai ancaman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, termasuk toksisitas, bahaya fisik, perubahan iklim global, dan penipisan sumber daya alam.

Istilah kimia digunakan dalam “green chemistry” dimaksudkan karena melibatkan struktur dan perubahan suatu materi.Perubahan tersebut pasti melibatkan energi sebagai sumbernya. Oleh karena itu konsep green chemistry ini juga erat kaitannya dengan energi dan penggunaannya baik itu secara langsung maupun yang tidak langsung seperti penggunaan suatu material dalam hal pembuatan, penyimpanan dan proses penyalurannya.
Green chemistry merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya polusi karena dapat digunakan secara langsung oleh para ilmuwan dalam situasi sekarang. Konsep ini lebih memfokuskan pada cara pandang seorang peneliti untuk menempatkan aspek lingkungan pada prioritas utama. Area penelitian dalam bidang green chemistry ini meliputi pengembangan cara sintesis yang lebih ramah lingkungan, penggunaan bahan baku yang terbarukan, merancang bahan kimia yang green, serta penggunaan bioteknologi sebagai alternatif dalam industri (Sharma, 2008).
Anastas dan Warner (1998) mengusulkan konsep“The Twelve Principles of Green Chemistry” yang digunakan sebagai acuan oleh para peneliti untuk melakukan penelitian yang ramah lingkungan. Berikut adalah ke-12 prinsip kimia hijau yang diusulkan oleh Anastas dan Warner :

1. Mencegah timbulnya limbah dalam proses
2. Mendesain produk bahan kimia yang aman
3. Mendesain proses sintesis yang aman
4. Dll

By;  http://bptba.lipi.go.id/bptba3.1/?u=blog-single&p=343&lang=id

Biografi Singkat

Hallo guys sebelumnya kenalan dulu ea.
nama saya Muhammad Hafiz,boleh di panggil hafiz. asal dari klaten, lahir tanggal 31 Desember 1998, nanggung sehari lagi mau taun baru  :) .

Hobi saya bersepeda, hal yang saya sukai yaitu makan ehehehe, soal makan saya ga pilih pilih guys. Asal halal aja aku mau, pare aja aku dopyan kok ^_^ malahan suka bgt.

Saya punya 4 saudara laki laki Guys. Satu lagi jadi Pandawa Lima nih heehe.


Untuk pendidikan saya mulai sekolah di TK umur  5 tahun, sekolah SD di SD N 6 Jimbung. Pada tahun 2010 bulan mei saya pindah ke Jogja, melanjutkan pendidikan di SMP N 2 Piyungan Yogyakarta. Lalu setelah lulus SMP saya melanjutkan ke Madrasah Aliyah Ibnu Sina Yogyakarta. Dan setelah lulus dari situ saya melanjutkan kuliah di UIN Sunan Kalijaga hingga saat ini.di UIN Sunan Kalijaga saya ngambil jurusan Kimia gaes.

Oo iya di Jogja saya tinggal di PonPes Umar Bin Khotob Piyungan Yogyakarta gaes....
Udah gitu aja ya biografi dan perkenalan singkat kalo mau nanya komen aja. Ini cuman buat tugas dari dosen gw. Daag